Kuytanda.com,Boltara—Pengamat politik Boltara, Hamzah Datukramat, memberikan pandangan kritisnya terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua DPRD Boltara terpilih, Dewi Zandra Astuti Mondo. Isu ini menjadi sorotan publik, terutama karena Dewi Mondo akan segera menduduki posisi penting dalam pemerintahan daerah.
Hamzah Datukramat, yang juga mantan Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Boltara, menekankan bahwa keterbukaan pejabat negara adalah salah satu pondasi utama dalam sistem pemerintahan yang sehat.
“Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik,” ujarnya. Menurutnya, dalam konteks politik, keterbukaan informasi menjadi fondasi yang harus dijaga oleh setiap pejabat publik.
Hamzah menyatakan bahwa ada dugaan ketidaksesuaian antara laporan harta yang disampaikan Dewi Mondo dan kenyataan yang terlihat dalam kehidupan sehari-harinya. “Ini adalah masalah besar yang dapat mempengaruhi kepercayaan publik terhadap Lembaga DPRD,” tambahnya.
Menurut Datukramat, sikap diam terhadap isu sensitif seperti ini dapat memunculkan persepsi negatif di masyarakat. “Dalam politik, diam sering kali dianggap sebagai ruang kosong yang diisi oleh spekulasi. Ketika tidak ada klarifikasi, opini liar akan berkembang dengan sendirinya,” jelasnya.
Hamzah menggarisbawahi pentingnya klarifikasi dari pihak terkait untuk menepis berbagai spekulasi yang beredar. Ia mengingatkan bahwa ketidakjelasan hanya akan memperburuk situasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap legislatif dan eksekutif Boltara.
Hamzah berharap agar Dewi Mondo segera memberikan penjelasan yang jelas dan transparan terkait LHKPN-nya. “Keterbukaan adalah langkah awal untuk menjaga integritas dan kredibilitas sebagai pemimpin,” pungkasnya.
Masalah ini menjadi penting bagi masyarakat Boltara yang berharap memiliki pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab. Publik menantikan langkah konkret dari Dewi Mondo untuk menjawab berbagai pertanyaan yang ada di benak mereka. Kejelasan informasi dan tindakan nyata akan menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat








