Bmr.kuytanda.com | BOLTARA – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev pimpin apel perdana pasca libur dan cuti bersama Natal dan tahun baru 2026 bertempat di halaman kantor Bupati yang turut hadiri oleh Wakil Bupati Boltara, Moh. Aditya Pontoh, S.IP, Ketua TP-PKK Boltara, Ening Sutrisni Lasena Adam, S.ST, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Camat, kepala sekolah, Para Sangadi, aparat desa, serta ASN
Diketahui dikegiatan tersebut Bupati Sirajudin menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI sebagai bentuk pengakuan resmi atas kekayaan budaya daerah, sertifikat tersebut diserahkan oleh Bupati kepada Sekretaris dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara.
Dalam Sambutanya Bulati Sirajudin Lasena tahun ini memiliki arti penting karena merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Boltara Tahun 2025–2029.
Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah, camat, hingga pemerintah desa wajib memahami bahwa setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan harus sejalan dengan arah kebijakan RPJMD, bukan berjalan sendiri-sendiri, apalagi bersifat sektoral dan tidak terintegrasi.
Mengutamakan kegiatan prioritas yang secara langsung mendukung pencapaian target RPJMD, yakni Mengurangi belanja yang bersifat seremonial, administratif berlebihan, dan tidak memberikan nilai tambah yang signifikan;
Memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah; serta Mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan akuntabilitas.”tegasnya sembari menambahkan
Dan Kepada para camat dan sangadi beserta seluruh perangkat desa, Keberhasilan RPJMD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pelayanan di tingkat kecamatan dan desa.
Oleh karena itu Pengelolaan keuangan desa harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel, serta diarahkan pada program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dan saya minta pemerintah desa diharapkan mampu hadir sebagai solusi, mendorong partisipasi aktif masyarakat, serta mengembangkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.”pintanya***(Bnag tocs)








